Peran Pemuda
Dalam Membangun Masa Depan
Satu nusa… satu bangsa… satu bahasa kita…Tanah air
pasti jaya…untuk slama-lamanya…
Itulah sebait lagu satu nusa satu bangsa yang menunjukkan kepada kita besarnya semangat dan cita-cita pemuda dalam masa pergerakan untuk mewujudkan sebuah negara bernama Indonesia yang bersatu. Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Keabsahan slogan ini tidak terbantahkan karena mau tidak mau, sanggup atau tidak sanggup, pemudalah yang akan menggantikan kedudukan generasi-generasi sebelumnya dalam membangun bangsa khususnya di Kabupaten Lumajang. Selain itu, pemuda sudah sepantasnyalah menjadi agent of change, pembawa perubahan, yang membawa Kota Pisang ini menjadi lebih baik, lebih bersatu, lebih makmur, lebih demokratis, bermartabat, bermoral dan lebih madani.
Sudah saatnya kita memiliki figur elit politik yang benar-benar mampu berkontribusi secara nyata-tidak sekedar wacana-terhadap proses perbaikan Lumajang dan yang sadar akan pentingnya regenerasi, sehingga lebih memberkian tempat bagi kaum muda untuk dapat berperan sesuai kompetensinya dalam menentukan arah kebijakan daerah.Dari sudut pandang pemuda, seharusnya pemuda lebih mengetahui perannya sebagai agen perubahan ke arah yang lebih baik. Pemuda harus lebih memupuk rasa cinta tanah airnya dan meningkatkan kemampuannya sesuai dengan kapasitasnya, sehingga mampu untuk memperbaiki keadaan tanah kelahirannya, mewujudkan cita-cita besar Lumajang menjadi daerah aman, bermoral, tertib dan sejahtera bersama rakyatnya.
Ada satu ikrar dari sementara kalangan muda yang mendesakkan agar pemuda diberi peran-peran kepemimpinan (politik). Ikrar tersebut dari segi semangat baik-baik saja, walaupun kurang realistis. Di Indonesia, secara faktual memang, pada masa lalu, para pemimpin kita relatif didominasi kaum muda, banyak tokoh pada saat itu usia awal 30 dan 40-an tahun, misalnya:
- Bung Karno dan Bung Hatta berusia 44 dan 43 tahun saat disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI.
- Bung Syahrir berusia 40 tahun waktu menjadi Perdana Mentri.
- Mohammad Natsir berusia 42 tahun saat menjadi Perdana Mentri.
- Jenderal Sudirman wafat pada usia 36 tahun.
- Pak Harto menjadi Presiden RI pada usia 46 tahun. Dan
- Hari ini di kabupaten Lumajang, Dr. H. Ali Mudhori S.ag M.Ag
Untuk itulah, 23 juli 2008 adalah moment penting dalam menentukan sebuah pilihan di mana peran pemuda menjadi bagian
yang strategis dalam menetukan kepemimpinan masa depan. Waktunya pemuda memimpin itu selogan yang harus diwujudkan dalam suksesi kepemimpinan di kabupaten Lumajang dengan memilih figur pemuda yang jujur, bermoral, dan dipercaya.